Friday, January 25, 2013

KEPALA KAMPUNG


)

Para Kepala Kampung Harus Cerdas

Para kepala kampung di Distrik Tanah Miring ketika sedang mendengar arahan Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT beberapa waktu lalu.
MERAUKE[PAPOS]-Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT mengingatkan kepada para kepala kampung agar harus cerdas dan terampil, sehingga rakyat tidak merasa susah. Percuma saja jika dana diturunkan ratusan juta ke kampung-kampung setiap tahun, tetapi rakyat tidak menikmati dan berkembang dengan baik.
Hal itu disampaikan Bupati Mbaraka ketika melakukan pertemuan bersama para kepala kampung di Distrik Tanah Miring beberapa waktu lalu. Dikatakan, terkadang orang berbicara besar, namun  kenyataan di lapangan, tidak  sebagaimana diharapkan semua orang. “Jadi, kita tidak usah berbicara di langit biru. Tetapi bicara fakta dan atau realita yang sudah dijalankan untuk kesejahteraan serta kemajuan masyarakat di kampung-kampung. Karena dari tahun ke tahun, mereka tidak pernah menikmati yang namanya pembangunan sebenarnya,” ungkap Bupati Mbaraka.
Lebih lanjut Bupati Mbaraka meminta kepada para kepala kampung agar memanfaatkan dana dengan sebaik mungkin. Masyarakat di kampung-kampung harus diajak dan duduk secara bersama-sama sambil membicarakan secara bersama-sama setiap kegiatan yang hendak dijalankan. “Saya tidak dengar lagi jika ada kepala kampung tidak sejalan dengan masyarakat dalam merencanakan suatu kegiatan dari dana yang diturunkan,” pintanya.
“Saya akan turun ke setiap kampung dan bertemu langsung dengan masyarakat sekaligus berdialog. Nantinya akan didengar dari mulut warga tentang dana yang telah dikucurkan selama ini. Siapapun tidak akan  saya informasikan ketika akan ke kampung. Dengan turun sendiri-sendiri, akan diketahui secara pasti dan jelas berbagai kegiatan yang sudah dan sedang dijalankan,” tandasnya.
Ditambahkan, mulai tahun ini, Alokasi Dana Khusus (ADK) untuk masyarakat di 160 kampung, akan dinaikkan menjadi 500 juta. Dengan kenaikan dana tersebut, maka diharapkan adanya koordinasi dan kerjasama baik antara aparat kampung bersama masyarakat. Jika ada sesuatu yang kurang dipahami dan atau tidak dimengerti, ditanyakan kepada kepala distrik (Kadistrik) untuk diteruskan ke tingkat kabupaten.[frans]
Terakhir diperbarui pada 

KTP


Baru 7.477 Warga Jayawijaya Lakukan Perekaman E-KTP

Ruangan perekaman E-KTP di Kantor Distrik Wamena yang tampak sepi
WAMENA[PAPOS]-Proses perekaman Kartu Tanda Penduduk Elekstronik (E-KTP) di Kabupaten Jayawijaya yang telah berlangsung dari pertengahan tahun 2012 lalu, hingga saat ini yang terekam baru mencapai 7.477 jiwa.
Bahkan, sesuai pantauan Papua Pos di tempat perekaman, beberapa waktu lalu, distrik-distrik yang berada di luar kota Wamena seperti Distrik Tulem, hanya 1 sampai 3 orang warga saja yang melakukan perekaman,sedangkan Distrik Wamena kota sendiri, dari total 24.777 jiwa, baru sekitar 6.000 warga yang sudah melakukan perekaman.
Salah satu staf yang melakukan perekaman di kantor Distrik Wamena Kota, kepada Papua Pos mengungkapkan, semenjak awal Januari 2013, tiap harinya hanya sekitar lima sampai 6 orang warga saja yang datang melakukan perekaman.
“Tiap kerja, mulai awal Januari ini, warga yang datang untuk melakukan perekaman minim, hanya lima atau enam orang saja,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Distrik Wamena kota, Elizabeth Paragaje, ketika dikonfirmasi Papua Pos diruang kerjanya membenarkan hal tersebut, menurutnya kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan perekaman menjadi salah satu penyebab.
Selain kurangnnya kesadaran, menurutnya, keterbatasan alat perekaman yang dimiliki saat ini juga menjadi penyebab, karena warga yang berada diluar kota Wamena enggan datang untuk melakukan perekaman karena kendala jarak serta transportasi.
Untuk itu, dirinya meminta khusunya warga Kota Wamena yang belum melakukan perekaman agar dapat datang ke kantor distrik untuk melakukan perekaman, karena saat ini masih belum dipungut biaya alias gratis.[atz]
Terakhir diperbarui pada 

KPUD




Taksir item ini
(0 pilihan)

KPUD Jayawijaya Gelar Sosialisasi dan Bimtek

Para anggota KPU saat melakukan sosialisasi di Pilamo Hotel kemarin.
WAMENA[PAPOS]-Komisi Pemilihan Umum (KPU) daerah Jayawijaya, Jumat (25/1) kemarim melaksanakan sosialisasi sekaligus bimbingan teknik kepada seluruh anggota  PPD se-Jayawijaya di Pilamo Hotel dalam rangka Pilgub Papua yang tinggal beberapa hari kedepan dilaksanakan.
Dari pantauan Papua Pos, dalam Sosialisasi tersebut, Pihak KPUD Jayawijaya memaparkan pelaksanaan teknis terkait pemungutan suara di tiap-tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) nantinya oleh para petugas.
“Kita berikan pembekalan teknis kepada seluruh anggota PPD yang ada di Jayawijaya terkait proses pemungutan suara nanti, mulai dari kelengkapan berkas-berkas, sarana dan prasarana serta hal-hal lain yang bersifat non teknis,”ungkap Ketua KPUD Jayawijaya, Alexander Mauri.
Alex mengatakan, nantinya dari sosialisasi dan bimtek yang dilaksanakan saat ini kepada para PPD, selanjutnya oleh PPD akan diteruskan kepada para anggota PPS, agar dalam pelaksanaan pemungutan suara nanti, tidak terjadi kesalahan dalam penerapan prosedur pemungutan suara karena kurangnya informasi dari para anggota PPS.
“Dari Sosialisasi dan bimtek ini, kita harapkan pada pelaksanaan pemungutan suara nantinya, tidak lagi terjadi kekeliruan, dan kesalahan baik besar maupun kecil karena kurangnnya informasi dan pengetahuan tentang prosedur pelaksanaan pemungutan suara  yang benar,” tandas Alex.[atz]
Terakhir diperbarui pada 

KPL


Taksir item ini
(0 pilihan)

KPL Gagalkan 37 Paket Ganja Kering dan 63 Liter Miras Selundupan

Kapolsek KPL, AKP Wisnu Hadi didampingi anggota KPL saat menunjukkan Ganja yang rencananya akan diselundupkan ke Kota Jayapura namun berhasil digagalkan oleh Petugas KPL, Kamis (24/1).
JAYAPURA [PAPOS] – Kepolisian Pelabuhan Laut Kota Jayapura [KPL] berhasil menggagalkan 37 paket narkotika jenis ganja yang diselundupkan ke  Kota Jayapura. Selain itu 63 liter minuman keras beralkohol juga berhasil disita, saat penggeledahan di atas KM Dorolonda, Kamis (24/1) kemarin.
Kapolsek Pelabuhan Laut Kota Jayapura [KPL] AKP Wisnu Hadi, saat ditemui wartawan Kamis (24/1) membenarkan telah berhasil menggagalkan 37 paket narkotika jenis ganja kering yang akan  diselundupkan ke Kota Jayapura.
Penggeledahan berawal saat anggota Pelabuhan Laut Kota Jayapura [KPL] melakukan ploting tugas jaga di atas KM Dorolonda dengan merazia barang –barang bawaan penumpang. Petugas pun mencurigai sebuah tas punggung warna hitam merk Adidas yang diletakkan di atas tempat tidur di Dek IV tengah kapal Dorolonda. Ketika diperiksa isi tas tersebut ternyata narkotika jenis ganja kering 37 paket berupa 2 buah karton berwarna coklat bertuliskan Rena dan 1 buah tas punggung warna hitam merk Adidas digabung pakaian yang diduga ditinggalkan pemiliknya untuk mengelabui petugas Polsek KPL.
Barang tersebut langsung dibawa ke kantor Pelabuhan Laut Kota Jayapura guna diamankan “dan dikembangkan untuk mencari pemiliknya yang disinyalir masih berada di Kota Jayapura,” jelasnya.
Di hari yang sama juga sekitar pukul 09.30 Wit KPL juga berhasil menggagalkan 63 Liter minuman beralkohol jenis Cap Tikus [CT] di saat KM Dorolonda bersandar di Kota Jayapura. Awalnya petugas menemukan 4 koli karton yang sedang dibawa Buruh TKBM yang sangat mencurigakan. Melihat gelagat mencurigakan itu, petugas langsung saja melakukan pemeriksaan.
“Hasil pemeriksaan ditemukan minuman jenis cap tikus sebanyak 37 liter dengan beragam kemasan seperti  24 botol ukuran 1,5, 1 botol ukuran 3 liter, 15 botol ukuran 600 ml, 3 plastik ukuran 5 liter yang kemudian diamankan di Polsek Pelabuhan Laut Kota Jayapura guna dijadikan sebagai barang bukti,” tukas Wisnu. [tom]
Terakhir diperbarui pada 

Thursday, January 24, 2013


  
Rabu, 20 Juli 2011 , 07:32:00

Pengurus DPW PAN Provinsi Papua saat menggelar jumpa pers terkait sikap DPW PAN Provinsi Papua yang mengusung Drs. MR Kambu, M.Si sebagai bakal calon Gubernur Provinsi Papua.
JAYAPURA-Simpang siur mengenai dukungan Partai Amanat Nasional (PAN) terhadap bakal calon Gubernur Provinsi Papua akhirnya terjawab setelah DPP PAN mengeluarkan surat rekomendasi yang memberikan dukungan kepada Drs. MR Kambu, M.Si untuk maju sebagai bakal calon Gubernur Provinsi Papua. Penegasan untuk mengusung MR Kambu sebagai bakal calon Gubernur Provinsi Papua, disampaikan Ketua DPW PAN Provinsi Papua, Abner Ondi, SH didampingi Sekretaris DPW PAN Provinsi Papua Ny. Rina Y.R. Nonsy dan Ketua Pengembang Organisasi Keanggotaan (POK), J.R. Rudi Dimara pada jumpa pers di Kantor DPW PAN Provinsi Papua Entrop, Selasa(19/7)
Dikatakan, berdasarkan rekomendasi yang dikeluarkan oleh DPP PAN pada 31 Mei 2011, maka secara tegas, DPW Pan Provinsi Papua hanya memberikan dukungan kepada MR Kambu sebagai bakal calon Gubernur Provinsi Papua dan PAN tidak mendukung kandidat-kandidat atau bakal calon Gubernur Provinsi Papua manapun.
“Untuk itu, kami berharap kepada kandidat-kandidat yang secara terang-terangan mendekati kami dengan segala rendah hati dan memohon maaf bahwa PAN sudah tidak menerima calon Gubernur lagi dan membuka diri lagi kepada kandidat Gubernur manapun. Jadi secara jelas SK DPP PAN adalah keputusan tertinggi dan harus diamanatkan serta dijalankan sesuai dengan aturan organisasi maupun sesuai dengan Anggaran Dasar (AD) atau Anggaran Rumah Tangga (ART) PAN, katanya.
“Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor: PAN/A/Kpts/WKU-SJ/029/IV/2011tentang penetapan Drs. Menase Robert Kambu, M.Si sebagai Calon Gubernur Provinsi Papua Periode 2011-2016 yang memutuskan dan menetapkan bahwa mengusung Drs. Menase Robert Kambu, M.Si sebagai Calon Gubernur Provinsi Papua Periode 2011-2016 dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) Provinsi Papua tahun 2011,” sambungnya.
Terkait hal ini, DPW PAN Provinsi Papua menginstruksikan kepada seluruh jajaran pengurus dan kader PAN di Provinsi Papua untuk memperjuangkan, mendukung dan berpartisispasi aktif melakukan sosialisasi atau kampanye serta memilh Drs. Menase Robert Kambu, M.Si sebagai Calon Gubernur Provinsi Papua Periode 2011-2016 dalam Pemilukada Provinsi Papua 2011 nanti. “Bagi  jajaran pengurus DPW PAN dan DPD-DPD PAN se-Provinsi Papua, kader di legislatif yang tidak melaksanakan Surat Keputusan ini akan mendapatkan sanksi organisasi,” tegasnya.
Ia juga menegaskan kepada seluruh pimpinan DPD PAN se-Provinsi Papua untuk menjalankan instruksi atau SK yang telah ditetapkan DPP PAN untuk mendukung dan memenangkan Drs. Menase Robert Kambu, M.Si sebagai calon Gubernur provinsi Papua dan Drs. Blasius Alfons Pakage sebagai Calon Wakil Gubernur Provinsi Papua Periode 2011-2016 dalam Pemilukada 2011.
“Ini sudah sah dan kepada seluruh DPD PAN se-Provinsi Papua untuk mengamankan dan walaupun ada yang tidak mengamankan atau tidak mengikuti perintah DPP PAN maka sanksi sudah jelas dalam SK ini baik Ketua DPD, anggota DPRP atau anggota DPRD Kabupaten/Kota maka akan di Pemberhnetian Antara Waktu (PAW) kan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pengembang Organisasi Keanggotaan (POK) J.R. Rudi Dimara menyatakan dalam waktu dekat akan melaksanakan deklarasi bersama partai politik lainnya yang sudah menyatakan dukungan terhadap MR Kambu. (fan/nat).

bersenjata di tiom papua


 
Rabu, 05 Desember 2012 , 17:16:00

 Polisi Masih Melakukan Pengejaran Kelopok Bersenjata di Tiom
  JAYAPURA – Aksi penembakan yang dilakukan sekelompok orang bersenjata di Tiom, Kabupaten Lanny Jaya  pada Senin (3/12) lalu, membawa dampak pada kehidupan masyarakat di sana. Laporan dari pihak kepolisian, situasi belajar mengajar menjadi terhenti dan ada masyarakat yang terpaksa mengungsi pasca kejadian penembakan itu.
  Seperti diberitakan sebelumnya, kelompok sipil yang membawa senjata masuk ke daerah Tiom. Disana mereka melakukan penembakan terhadap seorang warga bernama Ferdi Turualo (25) pada Senin (3/12). Korban yang adalah seorang tukang, saat itu hendak ke pasar  ditembak di kepala belakang tembus ke dahi.  Korban dilaporkan tewas ditempat.
   Kabid Humas Polda Papua, AKBP I Gede Sumerta Jaya, S.Ik ketika dikonfirmasi perkembangan situasi di Tiom mengatakan, sementara ini, situasi di Tiom sudah kondusif, namun hingga saat ini pihak kepolisian yang terdiri dari gabungan Brimob dan TNI masih melakukan pengejaran terhadap kelompok sipil bersenjata yang telah melakukan aksi penembakan yang membuat situasi di Kabupaten Lanny Jaya kacau.
  "Aparat gabungan TNI/Polri dilapangan sudah berhasil memukul mundur kelompok tersebut dan situasi berangsur pulih. Ini juga berkat koordinasi anggota di lapangan untuk menyakinkan tokoh masyarakat agar kembali menciptakan situasi yang kondusif," tuturnya.
  "Kami saat ini masih melakukan pengejaran di Tiom dan sekitarnya. Namun yang terpenting, kami memukul mundur dulu mereka. Agar tidak meresahkan masyarakat sipil yang ada di sana," ungkapnya kepada wartawan, Selasa (4/12).
  I Gede menjelaskan, motif para kelompok sipil bersenjata ini mencoba untuk masuk ke kota Tiom hanya ingin menganggu keamanan disana. Kemudian berusaha menghambat pembangunan. "Dugaan kami, mereka hanya ingin mengacaukan keadaan disana," paparnya.
  Bahkan I Gede menjelaskan, meninggalnya Ferdi itu dikarenakan para kelompok sipil bersenjata ini ingin menghambat pembangunan yang tengah dilakukan oleh pemerintah setempat. Pasalnya korban adalah salah satu tukang bangunan yang handal.
  "Dia tulang punggung pembangunan di Kabupaten Lanny Jaya. Akibat meninggalnya dia, dampaknya itu luas. Bahkan membuat terbengkalai pembangunan. Dia salah satu tukang yang handal," tuturnya.
  I Gede juga mengklarifikasi, adanya tudingan yang mengklaim bahwa Ferdi, korban penembakan adalah seorang Intelejen.  "Itu tidak benar, sebab Ferdi adalah seorang buruh bangunan yang handal. Dia saat itu bukan ada di tengah TKP  ketika adanya baku tembak, dimana awalnya suara tembakan, yang diduga Ferdi tertembak," tegasnya.
  I Gede menambahkan, karena perbuatan para pelaku kelompok bersenjata ini, banyak masyarakat yang mengungsi di Lanny Jaya. "Karena mereka mau membuat kekacauan dan masarakat tidak mau kena imbasnya. Jadi, ada masyarakat yang mengungsi, Namun untuk jumlah yang mengungsi, kami belum tau," tukasnya.
   Disamping itu, lanjut I Gede, proses belajar anak-anak disekolah terganggu semenjak kejadian di Tiom. "Sampai saat ini anak-anak sekolah jadi pada takut. Mereka takut kelompok itu, berupaya menyusup ke Tiom untuk mengacau keamanan. Sehingga aktivitas terganggu,dan mama-mama yang hendak menghidupi keluarga dengan berjualan, juga mengurungkan niatnya karena merasa takut" tuturnya.
  Selain proses belajar terganggu, sambung I Gede, distribusi bahan makan dari Wamena tersendat, lantaran jalur darat terputus. Tak hanya itu, sampai saat ini beberapa masyarakat berupaya mengungsi dari Tiom dan perekonomian juga terhenti.
  "Benar-benar aktivitas masyarakat terganggu. Namun kami akan berupaya untuk memberikan rasa aman dan memulihkan kembali situasi disana menjadi kondusif," jelasnya.
  Sedangkan terkait jenazah Ferdi, I Gede menuturkan, hari ini (red, Selasa) jenazahnya sudah diterbangkan ke kampung halamannya di Toraja.
  "Jenazah Ferdi tadi pagi ( kemarin, red) sudah diterbangkan ke Kabupaten Jayapura dengan pesawat Trigana dan kemudian diterbangkan denga pesawat Merpati dari bandara Sentani," tandasnya.
  Sementara itu, Juru Bicara TPN Papua Barat, Col. Jonah Wenda, meminta aparat keamanan lebih professional dalam mengungkap penembakan di Pirime mau pun Tiom, Kabupaten Lanny Jaya. Dia juga meminta agar penegakan hukum itu tidak mencedarai masyarakat tak bersalah.
  "Penegakan hukum itu sudah kewenangan aparat keamanan. Tapi kami minta jangan sampai adanya masyarakat sipil yang tidak bersalah menjadi korban ketika penegakan hukum berlangsung," jelasnya, Selasa (4/12) saat dia temui wartawan di Mapolda Papua.
  Sampai berita ini ditulis, Cenderawasih Pos belum mendapat konfirmasi langsung ke masyarakat atau aparat pemerintahan di Tiom tentang situasi sebenarnya yang terjadi  di daerah tersebut. Laporan situasi disana baru diperoleh hanya dari pihak kepolisian. (ro/luc)

True Story


TRUE STORY : Bunuh Diri karena hasil karya-nya sendiri

Penghargaan tertinggi bidang fotografi jurnalistik "Pulitzer Prize" pada tahun 1994, jatuh pada foto seorang gadis yang menangis kelaparan dan berusaha merangkak kelelahan menuju camp pengungsian PBB yang berjarak 1 kilometer dari tempatnya. Ia tanpa pakaian, kurus dengan tulang menonjol dimana-mana, sementara di belakangnya ada burung pemakan bangkai yang sudah mencium 'bau kematian' gadis kecil
tersebut.

Foto tersebut diambil di Sudan, Afrika Utara pada Maret 1993, oleh seorang wartawan bernama Kevin Carter, yang mendengar suara tangis anak tersebut. Ia sempat menunggu selama 20 menit supaya burung pemakan bangkai itu pergi, tetapi akhirnya mengambil foto gadis itu karena burung tersebut tidak juga meninggalkan gadis tersebut. Kemudian ia meninggalkannya.

Begitu foto tersebut dipublikasikan oleh harian "New York Times", redaksi menerima begitu banyak telepon menanyakan kabar gadis itu:

"Apakah dia tewas?"
"Apakah dia bisa sampai ke camp/food-center PBB?"
"Apakah dia dimakan burung pemakan bangkai?"
"Bagaimana saya bisa menolong gadis tersebut?", dan...
"Mengapa Kevin tidak segera menolong anak itu?!"

Beberapa bulan kemudian setelah menerima penghargaan bergengsi tersebut, Kevin mati bunuh diri karena dihantui pemandangan tersebut. Mungkin dia menyesal, tidak menolong anak kelaparan tersebut.

Renungan :
Penyesalan memang selalu datang terlambat. Mari, selagi masih ada kesempatan berbuat baik, kita berbuat baik dengan tidak jemu-jemu. Jangan sampai kita menyesali diri karena kesempatan berbuat baik itu sudah tertutup.

LIKE dan Share ke teman2 kita ya...

=====================
Building a Better Future Together.
http://bit.ly/Ufhh5M